Selasa, 21 Januari 2014

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah dan Kerangka Karangan Kerangka Tulisan Ilmiah

Kerangka tulisan ilmiah adalah panduan yang bertujuan untuk mempermudah penulis untuk memaparkan alur tulisannya. Sebelum karya ilmiah ditulis maka kerangka tulisan ilmiah merupakan langkah awal yang harus dilalui oleh penulis. Kerangka tulisan ilmiah terdiri dari judul,  lembar pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, landasan teori, pembahasan, penutup, daftar pustaka dan lampiran.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Aktivitas belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk meningkatkan intensitas dalam aktivitas belajar perlu adanya fleksibilitas tempat dan waktu dalam belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar yaitu pembuatan sebuah sistem pembelajaran berbasis website di internet.
Proses belajar yang hanya dilakukan di sekolah membuat materi pembelajaran tidak terpenuhi karena berbagai faktor. Faktor internal yang menyebabkan pembelajaran di sekolah menjadi terbatas yaitu adanya kegiatan diluar bidang studi seperti pentas seni, perlombaan yang diselenggarakan di sekolah dan lain-lain. Faktor eksternal yang menyebabkan pembelajaran di sekolah menjadi terbatas salah satu diantaranya yaitu hari libur karena hari besar keagamaan dalam kalender.
Membahas masalah yang telah diungkapkan sebelumnya penulis tertarik untuk membuat penulisan yang berjudul “Pembuatan Website E-Learning SMA Rimba Madya Dengan Menggunakan Adobe Dreamweaver”. Website ini diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar menjadi lebih fleksibel.

1.2. Ruang Lingkup

Pembuatan website e-learning SMA Rimba Madya ini hanya membahas mengenai bagaimana memberikan materi pembelajaran kepada murid kelas 10, 11 dan 12 dalam bentuk softcopy dan memberikan latihan soal kepada murid.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah membuat website e-learning SMA Rimba Madya agar materi dalam suatu mata pelajaran bisa terpenuhi dan tidak tersita akibat adanya faktor eksternal maupun internal di sekolah.

1.4. Metode Penelitian
1.     Analisis Masalah
Pada tahap ini penulis menganalisis suatu masalah tentang kurangnya waktu untuk memenuhi materi yang ada pada kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah. Dari masalah tentang kurangnya waktu penulis mencari solusi agar dapat memecahkan permasalahan tersebut dengan  membuat website e-learning SMA Rimba Madya.

2.    Mengumpulkan Isi Konten
Mengumpulkan isi konten yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini. Isi konten diperoleh melalui proses wawancara dan  meminta data mata pelajaran dari kurikulum yang berlaku di sekolah SMA Rimba Madya.

3.    Membuat Struktur Navigasi
Membuat struktur navigasi meliputi pembuatan struktur navigasi menu, admin dan storyboard.

4.    Merancang Tampilan Website
Merancang desain output tampilan website dengan menggunakanadobe photoshop cs dan macromedia dreamwaver 8.

5.    Membuat Coding Program
Tahap ini merupakan tahap implementasi dari tahap perancangan yaitu dengan mengubah menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh bahasa komputer melalui proses coding. Database dan program dibuat dengan  menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL.
6.    Uji Coba Website
Pada tahap ini penulis melakukan uji coba website. Apabila pengujian itu telah sesuai dengan rancangan program yang penulis buat maka pemrograman tersebut dapat dikatakan berhasil.

7.    Implementasi
Tahap ini adalah tahap terakhir yang dilakukan penulis yaitu mengupload dan mempublikasikan website.

1.5. Sistematika Penulisan

BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, ruang lingkup, tujuan penelitian, metode penelitan dan sistematika penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI
Pada bab ini menguraikan tentang pengertian internet, e-learning,  struktur navigasi, storyboardPHPMy SQL, ERD rancangan database, normalisasi, adobe photoshop cs dan macromedia dreamwaver 8.

BAB 3 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis menjelaskan tentang proses belajar di SMA Rimba Madya, struktur navigasi, storyboard, ERD rancangan database, normalisasi, langkah-langkah pembuatan website, langkah-langkah pembuatan animasi, perancangan input/output, langkah-langkah upload,  alamat hosting yang digunakan, spesifikasi hardware dan spesifikasi software.

BAB 4 PENUTUP
Pada bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan tentang masalah-masalah yang diajukan penulis. Kesimpulan diperoleh dari penelitian serta saran-saran yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.














baca selengkapnya......

Membuat Draft Karangan Ilmiah

Membuat draft karangan ilmiah dengan judul : 
Pembuatan Website E-Learning SMA Rimba Madya Dengan Menggunakan Adobe Dreamweaver




Perkembangan dunia global yang sangat cepat menyebabkan peserta didik bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Sejalan  dengan perkembangan dunia global diperlukan fleksibilitas tempat dan waktu dalam belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam belajar yaitu pembuatan sebuah sistem pembelajaran berbasis website di internet. Website ini dibuat dengan menggunakan adobe photoshop cs dan macromedia dreamwaver 8 untuk perancangan tampilan website. Website ini juga memiliki database dan program yang dibuat dengan  menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Website ini memiliki manfaat yaitu bisa mendapatkan materi yang lebih banyak, pembelajaran lebih efektif, kecepatan distribusi yang dapat diterima dimana saja, fleksibilitas kecepatan pembelajaran, efisien waktu dan efisien tenaga.

baca selengkapnya......

Minggu, 01 Desember 2013

kutipan

Ruang lingkup penulisan ini membahas bagaimana cara pembuatan aplikasi yang dapat di operasikan di sistem operasi android. Pembuatan informasi busway tersebut hanya mencakup rute, jam operasional, jarak tempuh dan lokasi busway transjakarta (SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 110/2003).


Daftar Pustaka


URL : http://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta, 22 November 2013
URL : http://www.transjakarta.co.id/page.php#tab-2, 22 November 2013
URL : http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10197-Chapter1.pdf, 23 November 2013
URL : http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_cerdas, 27 November 2013

baca selengkapnya......

Kerangka Tulisan ilmiah

HALAMAN JUDUL
“Aplikasi Penyedia Informasi Transportasi Busway Transjakarta Berbasis Android”
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Ruang Lingkup
1.3 Tujuan
1.4 Metode Penelitian
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKAN
2.1 Aplikasi
2.2 Busway Transjakarta
2.3 Pengenalan Android
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
3.1 Gambaran Umum Aplikasi
3.2 Perancangan Aplikasi
3.3 Implementasi dan Uji Coba Aplikasi
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

baca selengkapnya......

Senin, 11 November 2013

Candi Borobudur

Siapa yang tidak kenal dengan Candi Borobudur, peninggalan sejarah kebanggaan bangsa Indonesia  yang juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yeng diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha

Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

baca selengkapnya......

Masalah Korupsi di Indonesia

Masalah korupsi tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama media massa lokal dan nasional. Maraknya korupsi di Indonesia seakan sulit untuk diberantas dan telah menjadi budaya. Pada dasarnya, korupsi adalah suatu pelanggaran hukum yang kini telah menjadi suatu kebiasaan. Berdasarkan data Transparency International Indonesia, kasus korupsi di Indonesia belum teratasi dengan baik. Indonesia menempati peringkat ke-100 dari 183 negara pada tahun 2011 dalam Indeks Persepsi Korupsi.
Di era demokrasi, korupsi akan mempersulit pencapaian good governance dan pembangunan ekonomi. Terlebih lagi akhir-akhir ini terjadi perebutan kewenangan antara KPK dan Polri. Sebagai institusi yang sama-sama menangani korupsi, seharusnya KPK dan Polri bisa bekerja sama dalam memberantas korupsi. Tumpang tindih kewenangan seharusnya tidak terjadi jika dapat dikoordinasikan secara baik.
Penyebab terjadinya korupsipun bermacam-macam, antara lain masalah ekonomi, yaitu rendahnya penghasilan yang diperoleh jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaya hidup yang konsumtif, budaya memberi tips (uang pelicin), budaya malu yang rendah, sanksi hukum lemah yang tidak mampu menimbulkan efek jera, penerapan hukum yang tidak konsisten dari institusi penegak hukum, dan kurangnya pengawasan hukum.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, diperlukan kerja sama semua pihak maupun semua elemen masyarakat, tidak hanya institusi terkait saja. Beberapa institusi yang diberi kewenangan untuk memberantas korupsi, antara lain KPK, Kepolisian, Indonesia Corruption Watch (ICW), Kejaksaan. Adanya KPK merupakan salah satu langkah berani pemerintah dalam usaha pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dalam menangani kasus korupsi, yang harus disoroti adalah oknum pelaku dan hukum. Kasus korupsi dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga membawa dampak buruk pada nama instansi hingga pada pemerintah dan negara. Hukum bertujuan untuk mengatur, dan tiap badan di pemerintahan telah memiliki kewenangan hukum sesuai dengan perundangan yang ada. Namun, banyak terjadi tumpang tindih kewenangan yang diakibatkan oleh banyaknya campur tangan politik buruk yang dibawa oleh oknum perorangan maupun instansi.

Sumber : http://sepengatahuanku.blogspot.com/

baca selengkapnya......

EYD

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.
Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
‘tj’ menjadi ‘c’ : tjutji → cuci
‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak → jarak
‘j’ menjadi ‘y’ : sajang → sayang
‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk → nyamuk
‘sj’ menjadi ‘sy’ : sjarat → syarat
‘ch’ menjadi ‘kh’ : achir → akhir

baca selengkapnya......